Cari Blog Ini

Senin, 03 Desember 2012

KOPERASI: Indonesia Serukan Semua Negara Berdayakan, Terbukti Atasi Pengangguran

JAKARTA: Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan semua negara memberdayakan koperasi, karena terbukti mampu menjadi alat efektif menanggulangi berbagai permasalahan.

Ajakan tersebut disampaikannya pada diskusi panel di Markas PBB New York, AS jelang penutupan International Year Cooperative (IYC) pada Senin (19/11), sekaligus sebagai laporan selaku penyelenggara Hari Koperasi Internasional 2012 yang dilaksanakan di Mataram, Lombok.

“PBB telah menetapkan tahun ini sebagai Tahun Internasional Koperasi atau International Years Cooperatve, dan seluruh negara yang memiliki perwakilan di PBB wajib hadir,” katanya kepada wartawan setiba di Ruang VIP Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (24/11/2012).

Keunggulan koperasi yang berbasis kekuatan anggota, katanya, terbukti mampu mengurangi jumlah pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan. Sisi positif lainnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama anggotanya.

Dia mendapat kepercayaan sebagai pembicara pertama pada diskusi panel Cooperative on the Ground. Adapun pembicara lainnya berasal dari Malta, Panama, dan Trinidad & Tobago. Sebagai penanggungjawab National Comitte IYC 2012 di Indonesia, Sjarifuddin Hasan menyampaikan perkembangan koperasi di Indonesia.
Selain menyampaikan strategi pembangunan ekonomi nasional, juga berpengaruh terhadap upaya pemberdayaan koperasi.

Indonesia pada momentum itu, mengakui Koperasi dan UKM sebagai pelaku usaha yang tangguh, mampu memberikan kontribusi terhadap penurunan jumlah pengangguran dan penurunan tingkat kemiskinan.

Sjarifuddin mengemukakan pencanangan IYC 2012 di bawah koordinasi PBB, terbukti memberi dampak positif bagi pertumbuhan koperasi simpan pinjam (KSP) ditandai dengan peningkatan jumlah koperasi yang cukup bagus.

Di Indonesia saat ini terdata 192.443 unit koperasi, dan sejumlah 7.831 di antaranya merupakan koperasi simpan pinjam atau KSP. Jumlah angota koperasi mencapai lebih dari 33,6 juta orang.

"Saat saya menyampaikan angka-angka tersebut, para wakil dari seluruh negara kaget melihat perkembangan koperasi di Indonesia. Saya memaparkan ada 10 kegiatan pendukung sehingga terjadi peningkatan koperasi maupun anggotanya,” ujarnya. (bas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar